Antusiasme Anggota Ibu-Ibu PKK Ikuti Edukasi Anti Berita Hoax

Pati, (23/07) – Semakin berkembangnya teknologi informasi seperti media sosial, kaum ibu dirasa perlu untuk mengetahui dan memahami pentingnya literasi media agar dapat menerima dan menyebarkan informasi sesuai dengan fakta dan bukan informasi bohong atau hoax. Maka dari itu, Mahasiswa KKN Tim II Undip tahun 2018 yang ditempatkan di Desa Sumbersari, Kec. Kayen, Kab. Pati memberikan edukasi terkait pentingnya literasi media kepada kelompok Perkumpulan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sumbersari pada hari Senin (23/07) pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB yang bertempat di Balai Desa.

Kegiatan yang bertajuk “Edukasi Anti Berita Hoax” Desa Sumbersari ini diikuti oleh 60 orang anggota PKK. Jenis media yang dibahas dalam kegiatan tersebut adalah media sosial dimana banyaknya berita bohong atau hoax sering beredar. Anggota PKK yang merupakan kaum ibu antusias mendengarkan penjelasan pemaparan materi edukasi terkait berita bohong oleh Audita Widya Pinasthika dari Departemen Ilmu Komunikasi. Hal tersebut dibuktikan dengan anggota yang aktif dalam bertanya terkait pemberitaan bohong yang sering tersebar di media sosial. Selain itu, didukung dengan kaum ibu yang sekarang menggunakan media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Google.

Penyampaian materi oleh Audita Widya dimulai dengan memberikan pengetahuan mengenai apa arti dari Hoax atau berita bohong. Sebagian besar anggota PKK menjawab bahwa mereka mengetahui apa itu Hoax, namun mereka mengaku masih kesulitan untuk membedakan mana berita yang mengandung fakta dan mana beirta yang hoax. Salah satu contohnya yaitu saat memberikan contoh mengenai pemberitaan telur palsu yang terbukti hoax, kaum ibu masih mengira hal itu adalah hal yang benar karena viralnya video yang beredar.

“Tapi kok itu di videonya bisa keliatan itu kayak beneran gitu ya mba, itu kenapa dia buat video seperti itu mba, telurnya kan kelihatan seperti palsu itu.” Kata Sofiyah, salah satu anggota PKK.

Kemudian Audita memberikan penjelasan lengkap mengenai hoax, media, contoh-contoh pemberitaan hoax dan juga tips-tips menghindari sebagai agen anti hoax. Pemahaman dan pentingnya pengetahuan terkait literasi media masih minim, khususnya untuk masyarakat desa termasuk kaum orangtua diantaranya ibu yang umumnya memiliki andil besar dalam pengasuhan anak. Literasi media merupakan kemampuan memahami media massa sehingga dapat lebih kritis dan selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi dari media, serta tidak mudah terpengaruh pesan secara terang-terangan tanpa melihat fakta kebenarannya. Harapannya agar kaum ibu bisa memberikan pembelajaran kepada keluarga dan anak-anak mengenai dampak negative hoax dan sadar menerima informasi dan menyebarkan informasi secara benar bukan informasi bohong atau hoax.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan